LEO MESSI

LEO MESSI

Minggu, 11 Januari 2015

Kekuatan Cinta Sejati

06 02 2012

cinta sejati
Cinta. Segala sesuatu yang unik dan tiada seorangpun yang bisa mendefinisikannya secara pasti. Ia adalah segala sesuatu yang indah dan selalu menciptakan kerinduan yang mendalam di hati. Tak ada seorang pun yang bisa mendatangkan cinta atau menghindar dari kedatangannya. Karena cinta itu adalah cinta dan sekaligus sebagai penguasanya.
Janganlah engkau menjauh dari cinta, karena ia akan terus mencengkeram jiwamu dan engkau pun akan dibuatnya bertekuk lutut. Engkau tidak akan berdaya dihadapannya, karena sejatinya engkau pun akan selalu membutuhkannya. Engkau hanya bisa merasakan kesepian dan derita saat tak bersamanya. Dan akan terus seperti itu, sampai dirimu mau menerimanya atau justru mati karenanya.
Cinta bukanlah yang membuat hatimu merasakan sakit, tetapi justru dirimulah yang menyakiti cinta. Engkau tidak mau lagi bersamanya dalam ketulusan, sehingga ia pun pergi menjauh dari hidupmu. Dirimu tak sudi lagi membawanya dalam setiap tindakan yang ikhlas, karena itu ia pun pergi meninggalkanmu dan engkau pun akan merasakan penderitaan di hati. Dan itu akan bertambah menyakitkan, saat orang yang kau cintai pun pergi karena kesombonganmu.
“Jatuh cinta itu bisa memberikan kekuatan untuk lebih baik dalam menjalani kehidupan ini. Jatuh cinta akan membuat diri untuk terus merindu kepada yang di kasihi hanya dengan ketulusan. Sehingga cinta pun memang begitu indahnya bagi yang benar-benar mencintai”
cinta sejati
Ya. Siapa yang tidak tahu tentang cinta? Tetapi sebenarnya ada berapa orang yang benar-benar mengenali sejatinya cinta itu? Orang banyak mengatakan bahwa ia sedang atau telah mencintai, namun apakah ia sudah menerima cinta itu tanpa dibarengi dengan niat pamrih? Berapa banyakkah pribadi yang bisa menjalani hidupnya dengan tanpa ada rasa iri, dengki dan benci kepada yang lainnya? Berapa banyakkah sosok yang hidup dengan tidak mengedepankan ego pribadi dan keangkuhan dirinya? Berapa banyakkah diri yang menjalani kehidupannya dengan berdasarkan kasih dan sayang yang tulus? Atau berapa banyak pula sosok yang telah menjalani hidupnya hanya demi pengabdian dan kebaikan bersama?
Sungguh, banyak yang hanya bisa berbicara tanpa mengerti apa yang ia bicarakan. Banyak yang pandai mengolah kata-kata tentang cinta, namun sebenarnya ia tidak pernah paham dengan itu semua. Jika ia mengerti seharusnya ia sudah menjalaninya dalam setiap hari-harinya. Jika ia memang paham, semestinya ia sudah membuktikan ketika hidup bersama kekasihnya atau di tengah-tengah masyarakatnya. Bahwa hidup dengan cinta itu artinya tiada lagi kemunafikan, dusta, dan kezaliman. Karena yang ada hanyalah kasih sayang, toleransi, gotong royong dan kejujuran.
Tetapi kenyataannya adalah masih begitu banyak yang senang berdusta padahal ia sering mengatakan cinta. Banyak yang hanya mengobarkan janji-janji yang menipu atas nama cinta. Ia tidak benar-benar mencintai, karena yang ia lakukan hanya untuk mendapatkan keuntungan sesaat duniawi (harta dan jabatan). Bahkan sebenarnya ia pun tidak pernah mengerti tentang apa sebenarnya cinta itu, sebab tak ada yang ia inginkan kecuali kesenangan syahwat belaka. Dan itu terkadang di lakukan meski harus dengan jalan kekerasan atau peperangan.
O… Cinta itu adalah kekuatan yang tiada batas dan dunia bisa berubah karena masih adanya cinta. Cinta adalah penyokong hidup dari setiap makhluk agar ia bisa semakin baik dan benar dalam hidupnya. Namun ketika tiada lagi kebaikan yang meningkat setelah seseorang mengatakan cinta, maka itulah tandanya kebohongan. Karena seorang yang mencintai dengan cinta yang murni, tentunya ia akan selalu menginginkan kebaikan bagi orang yang dicintainya. Tidak hanya kepada kekasihnya saja, tetapi kepada siapapun di sekitarnya (manusia, hewan, tumbuhan dan alam). Dan itu ia lakukan atas dasar pengabdian yang tulus, bukan hanya karena ingin mendapatkan sesuatu (pamrih). Karena ia telah benar-benar mencintai yang ia cintai dengan sepenuh hatinya.

Sejarah Sepakbola Dunia

Sejarah sepakbola merupakan sejarah sebuah permainan yang akhirnya berkembang menjadi sebuah fenomena olahraga yang menakjubkan.

Sejarah sepak bola sebagai olahraga dimulai abad ke-2 dan ke-3 sebelum masehi di Cina. Pada masa dinasti Han, masyarakat menggiring bola kulit dengan menendangnya ke jaring kecil dan disebut dengan Tsu Chu. Permainan ini dipertandingkan untuk melatih fisik tentara dan saat kaisar ulang tahun. Permainan serupa juga dimainkan di Jepang dengan sebutan Kemari. Di Italia, permainan menendang dan membawa bola juga digemari terutama mulai abad ke-16.

Sepak bola modern mulai berkembang di Inggris dan menjadi sangat digemari. Di beberapa kompetisi, permainan ini banyak menimbulkan kekerasan selama pertandingan sehingga akhirnya Raja Edward III melarang olahraga ini dimainkan pada tahun 1365. Raja James I dari Skotlandia juga mendukung larangan untuk memainkan sepak bola.

Pada Tahun 1815, sebuah perkembangan besar menyebabkan sepak bola menjadi terkenal di lingkungan universitas dan sekolah. Kelahiran sepak bola modern terjadi di Freemasons Tavern pada tahun 1863 ketika 11 sekolah dan klub berkumpul untuk merumuskan aturan baku untuk permainan sepak bola. Bersamaan dengan itu terjadi pemisahan yang jelas antara rugby dengan sepak bola. Pada tahun 1869 membawa bola dengan tangan mulai dilarang pada sepak bola. Selama tahun 1800-an, olahraga tersebut dibawa oleh pelaut, pedagang, dan tentara Inggris ke berbagai belahan Dunia.

Federation Internationale de Football Asosiation (FIFA)
Pada 1904, asosiasi tertinggi sepak bola dunia mulai dibentuk dengan nama FIFA (Federation Internationale de Football Asosiation). FIFA dibentuk pada 21 Mei 1904, dan memiliki slogan For The Game. For The World. FIFA berpusat di Zurich, Swis. FIFA adalah baddan pengatur internasional sepak boal, FIFA juga mempromosikan sepak bola, mengatur transfer pemain antar tim, memberikan gelar pemain terbaik dunia FIFA dan menerbitkan daftar peringkat dunia FIFA setiap bulannya.
Ada satu kompetisi terpenting yang diadakan oleh FIFA dalam dunia sepak bola internasional yaitu Piala Dunia Sepak Bola atau sering disebut dengan Piala Dunia saja (dulu indonesia pernah ikut lho ). Turnamen babak final Piala Dunia adalah ajang olahraga yang paling banyak ditonton di dunia bahkan melebihi Olimpiade.

Pengertian-pengertian dalam Sepakbola
Sepakbola adalah permainan bola yang dimainkan oleh dua tim, yang masing-masing beranggotakan 11 orang.
A. Peraturan sepakbola
Peraturan resmi permainan sepakbola (Laws/Rules of the Game) adalah:
Peraturan 1: Lapangan sepak bola
Peraturan 2: Bola
Peraturan 3: Jumlah Pemain
Peraturan 4: Peralatan Pemain
Peraturan 5: Wasit yang mengatur pertandingan
Peraturan 6: Asisten wasit
Peraturan 7: Lama Permainan
Peraturan 8: Bola Keluar dan di Dalam Lapangan
Peraturan 9: Cara Mendapatkan Angka
Peraturan 10: Offside
Peraturan 11: Pelanggaran
Peraturan 12: Tendangan bebas
Peraturan 13: Tendangan
Peraturan 14: Lemparan dalam
Peraturan 15: Tendangan gawang
Selain peraturan-peraturan internasional di atas, keputusan-keputusan Badan Asosiasi Sepak bola Daerah (IFAB) lainnya turut menambah peraturan dalam sepak bola.
B. Tujuan permainan Sepak Bola
Dua tim yang masing-masing terdiri dari 11 orang bertarung untuk memasukkan sebuah bola bundar ke gawang lawan (“mencetak gol”). Tim yang mencetak lebih banyak gol adalah sang pemenang (biasanya dalam jangka waktu 90 menit, tetapi ada cara lainnya untuk menentukan pemenang jika hasilnya seri). akan diadakan pertambahan waktu 2x 15 menit dan apabila dalam pertambahan waktu hasilnya masih seri akan diadakan adu penalti yang setiap timnya akan diberikan lima kali kesempatan untuk menendang bola ke arah gawang dari titik penalti yang berada di dalam daerah kiper hingga hasilnya bisa ditentukan. Peraturan terpenting dalam mencapai tujuan ini adalah para pemain (kecuali penjaga gawang) tidak boleh menyentuh bola dengan tangan mereka selama masih dalam permainan.
C. Permainan Sepak Bola
Taktik yang biasa dipakai oleh klub-klub sepak bola adalah sebagai berikut:
4-4-2 (klasik: empat pemain belakang/skipper)
4-4-2 (dengan dua gelandang sayap)
4-4-1-1 (2 pasang gelandang sayap,satu gelandang serang dan striker tunggal)
4-2-4 (2 sayap)
4-3-2-1 (3 pemain gelandang tengah,2 gelandang serang,dan striker tunggal)
4-3-1-2 (4 bek,3 gelandang bertahan,1 penyerang lubang,2 striker)
4-5-1 (4 bek,2 sayap,3 gelandang,1 striker)
4-3-3 (4 bek,3 gelandang bertahan,2 striker sayap,1 striker tengah)
4-2-3-1 (2 bek tengah,2 bek sayap, 2 winger,1 penyerang lubang,1 striker)
4-3-3 (2 bek sayap,2 bek tengah,2 sayap,1 gelandang bertahan,3 striker tengah)
4-1-4-1 (4 bek,1 gelandang bertahan,4 gelandang,1 striker)
3-4-3 (dengan winger)
3-5-2 (dengan libero/sweeper)
3-5-2 (tanpa libero/sweeper)
3-6-1
5-4-1
Taktik yang dipakai oleh sebuah tim selalu berubah tergantung dari kondisi yang terjadi selama permainan berlangsung. Pada intinya ada tiga taktik yang digunakan yaitu; Bertahan, Menyerang, dan Normal.
D. Ofisial Sepak Bola
Sebuah pertandingan diperintah oleh seorang wasit yang mempunyai “wewenang penuh untuk menjalankan pertandingan sesuai Peraturan Permainan dalam suatu pertandingan yang telah diutuskan kepadanya” (Peraturan 5), dan keputusan-keputusan pertandingan yang dikeluarkannya dianggap sudah final. Sang wasit dibantu oleh dua orang asisten wasit (dulu dipanggil hakim/penjaga garis). Dalam banyak pertandingan wasit juga dibantu seorang ofisial keempat yang dapat menggantikan seorang ofisial lainnya jika diperlukan.selain itu juga mereka membutuhkan alat-alat untuk membantu jalannya pertandingan seperti:
papan pengganti pemain
meja dan kursi
E. Peraturan Sepak Bola
A. Lapangan permainan Sepak Bola
Ukuran lapangan standar
Ukuran: panjang 100-110 m x lebar 64-75 m
Garis batas: garis selebar … cm, yakni garis sentuh di sisi, garis gawang di ujung-ujung, dan garis melintang tengah lapangan; … m lingkaran tengah; tak ada tembok penghalang atau papan
Daerah penalti: busur berukuran 18 m dari setiap pos
Garis penalti: … m dari titik tengah garis gawang
Garis penalti kedua: … m dari titik tengah garis gawang
Zona pergantian: daerah … m (… m pada setiap sisi garis tengah lapangan) pada sisi tribun dari pelemparan
Gawang: lebar 7 m x tinggi 2,5 m
Permukaan daerah pelemparan: halus, rata, dan tak abrasif
B. Bola
Ukuran: 68-70 cm
Keliling:10 cm
Berat: 410-450 gram
Lambungan: 1000 cm pada pantulan pertama
Bahan: karet atau karet sintetis (buatan)
C. Tim
Jumlah pemain maksimal untuk memulai pertandingan: 11, salah satunya penjaga gawang
Jumlah pemain maksimal keluar lapangan(tidak termasuk cedera): 4
Jumlah pemain cadangan maksimal: 12
Jumlah wasit: 1
Jumlah hakim garis: 2-4
Batas jumlah pergantian pemain: 3 kecuali pertandingan uji coba
D. Perlengkapan permainan
Kaos bernomor (sejak tahun 1954)
Celana pendek
Kaos kaki
Pelindung tulang kering
Alas kaki bersolkan karet
E. Lama permainan
Lama normal: 2×45 menit
Lama istirahat: 15 menit
Lama perpanjangan waktu: 2×15 menit (bila hasil masih imbang setelah 2 x 45 menit waktu normal)
Ada adu penalti jika jumlah gol kedua tim seri saat perpanjangan waktu selesai.
Time-out: 1 per tim per babak; tak ada dalam waktu tambahan
Waktu pergantian babak: maksimal 15 menit
Wasit sebagai pengukur waktu resmi
Wasit yang memimpin pertandingan sejumlah 1 orang dan dibantu 2 orang sebagai hakim garis. Kemudian dibantu wasit cadangan yang membantu apabila terjadi pergantian pemain dan mengumumkan tambahan waktu. Pada Piala Dunia 2006, digunakan ofisial ke-lima. Penggunaan 2 wasit sempat dicoba pada copa italia.Penggunaan 4 hakim garis kabarnya juga dicoba di piala dunia 2010,dimana 2 diantaranya berada di belakang gawang.
G. Percobaan penggunaan gol emas dan gol perak
Lihat: Gol perak; Gol emas.
Pada akhir 1990-an, IFAB mencoba membuat pertandingan lebih mungkin berakhir tanpa memerlukan adu penalti, yang sering dianggap sebagai cara yang kurang tepat untuk mengakhiri pertandingan.
Contohnya adalah sistem gol perak yang mengakhiri pertandingan jika sebuah gol dicetak pada perpanjangan waktu pertama, dan gol emas yang mengakhiri pertandingan jika sebuah gol dicetak pada perpanjangan waktu kedua.
Kedua sistem ini telah dihentikan oleh IFAB.
H. Kejuaraan internasional besar
Kejuaraan internasional terbesar di sepak bola ialah Piala Dunia yang diselenggarakan oleh Fédération Internationale de Football Association. Piala Dunia diadakan setiap empat tahun sekali. Lebih dari 190 timnas bertanding di turnamen kualifikasi regional untuk sebuah tempat di babak final. Turnamen babak final yang berlangsung selama empat minggu kini melibatkan 32 timnas (naik dari 24 pada tahun 1998).
Kejuaraan internasional yang besar di setiap benua adalah:
Eropa: Piala Eropa atau dikenal dengan nama Euro
Amerika Selatan: Copa América
Afrika: Piala Afrika
Asia: Piala Asia
Amerika Utara: Piala Emas CONCACAF
Oseania: Piala Oseania
I. Piala dunia mini (Piala Konfederasi)
Ajang tingkat klub terbesar di Eropa adalah Liga Champions, sementara di Amerika Selatan adalah Copa Libertadores. Di Asia, Liga Champions Asia adalah turnamen tingkat klub terbesar.
Sepak bola sudah dimainkan di Olimpiade sejak tahun 1900. (kecuali pada Olimpiade tahun 1932 di Los Angeles). Awalnya ini hanya untuk pemain-pemain amatir saja, namun sejak Olimpiade Los Angeles 1984 pemain profesional juga mulai ikut bermain, disertai peraturan yang mencegah negara-negara daripada memainkan tim terkuat mereka. Pada saat ini, turnamen Olimpiade untuk pria merupakan turnamen U-23 yang boleh ditamnbahi 3 pemain di atas umur. Akibatnya, turnamen ini tidak mempunyai kepentingan internasional dan prestise yang sama dengan Piala Dunia, atau bahkan dengan Euro, Copa America atau Piala Afrika.
Sebaliknya, turnamen Olimpiade untuk wanita membawa prestise yang hampir sama seperti Piala Dunia Wanita FIFA; turnamen tersebut dimainkan oleh tim-tim internasional yang lengkap tanpa batasan umur.
J. Sepak bola di Indonesia
Permainan sepak bola di Indonesia juga berkembang pesat. Ini ditandai dengan berdirinya Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) pada tahun 1930 di Yogyakarta yang diketuai oleh Soeratin Sosrosoegondo. Untuk menghargai jasanya, mulai tahun 1966 diadakan kejuaraan sepak bola Piala Soeratin (Soeratin Cup) yakni kejuaraan sepak bola tingkat taruna remaja. Pada saat ini permainan sepak bola digemari oleh hampir seluruh lapisan masyarakat di Indonesia.

Kamis, 01 Januari 2015

Catenaccio: Bukan Sekadar Menumpuk 11 Pemain


thumbnail
Banyak orang yang bersikap sinis terhadap catenaccio. Tim-tim yang memainkan taktik ini dinilai terlalu mencari aman sehingga membuat permainan sepakbola terlihat membosankan.

Catenaccio juga dilihat sebagai cara yang tidak fair. Dengan cara ini, tim yang memiliki skill pas-pasan dapat menang melawan tim dengan skill luar biasa jika "beruntung".

Ya, banyak yang beranggapan bahwa memainkan catenaccio adalah berharap keberuntungan. Berharap semua peluang lawan gagal dimanfaatkan. Berharap lawan lengah dan melakukan blunder. Berharap dapat hadiah penalti. Serta asa-asa lain yang terkesan didapat tanpa hasil kerja keras. Dari sinilah kemudian muncul anggapan bahwa catenaccio membuat sepakbola menjadi tidak menarik.

Pertanyaan yang kemudian muncul adalah, apakah benar itu cara bermain catenaccio? Sesederhana itukah metode permainan yang berhasil membawa Italia juara Piala Dunia 1982, dan membawa Inter Milan menjadi tim yang merajai Eropa pada era 60-an?

Catenaccio memang strategi untuk memperkuat lini pertahanan. Namun mengatakan ini adalah strategi yang hanya melulu soal menjegal lawan agar tak mencetak gol pun tidak dapat dikatakan sepenuhnya tepat.

Pada dasarnya, semua strategi dalam sepakbola diciptakan untuk meraih kemenangan. Dan itu tidak bisa dicapai jika tanpa gol. Jadi, menggunakan logika sederhana, setinggi apapun porsi pertahanan pada sebuah tim, pasti mereka juga memiliki rencana untuk menyerang.

Demikian juga dengan bertahan. Memasang grendel bukan sekadar memperbanyak orang pada daerah pertahanan. Ketika memenangkan Piala Dunia 1982, Italia mengalahkan antara lain Brasil dengan legendanya yang dianggap genial, Zico, di penyisihan Grup C. Apakah cukup hanya dengan meletakan 11 orang di sekeliling Zico untuk dapat meredam aksinya, tanpa perencanaan bagaimana kesebelas pemain itu bergerak? Hampir mustahil.

Tidak Sekadar Menumpuk Pemain

Kalau begitu, mari mengupas satu per satu cara bermain catenaccio. Wilayah pertahanan mungkin bagian yang tepat untuk memulainya, mengingat bagian inilah yang paling menjadi sorotan dari cara bermain catenaccio.

Sesuai dari nama yang diberikan, catenaccio --atau verrou menurut Karl Rappan di Swiss-- memiliki arti gembok atau grendel. Maksudnya adalah satu sistem pertahanan tak cukup hanya dengan menggunakan pagar, tapi juga perlu dipasangi sebuah gembok. Dan gembok yang dimaksud pada sistem sini adalah seorang sweeper.
 Formasi Verrou, Karl Rappan

Ketika memainkan Verrou, Rappan memodifikasi formasi 2-3-5. Caranya adalah menggeser salah satu bek tengah menjadi lebih ke belakang.

Sekilas, formasi ini serupa dengan formasi 4-3-3 yang dipakai Jose Mourinho ketika awal melatih Chelsea, atau formasi 4-3-3 Brendan Rodgers yang kini sering dipakainya bersama Liverpool. Perbedaannya hanyalah Mourinho dan Rodgers tidak memakai sweeper pada barisan pertahanannya. Namun posisi para gelandang dan striker Verrou mirip dengan posisi gelandang dan striker formasi 4-3-3 yang dimainkan Mourinho dan Rodgers.

Secara permainan, Verrou bermain sebagaimana formasi lain memainkan polanya. Verrou tidak menumpuk kesebelas pemainnya untuk berdiri di daerah pertahanan mereka. Bahkan, jika mau dibandingkan dengan cara bermain Mourinho, Verrou malah lebih menyerang.

Mourinho sering kali menarik 2 penyerang sayapnya untuk lebih membantu ikut bertahan ketika diserang, sementara Verrou tidak melakukan itu. Kala lawan menggebrak, kedua winger Verrou akan tetap berada di depan bersama penyerang tengah.

Maka dari itu, pada awalnya formasi ini bukanlah formasi bertahan total. Verrou, yang merupakan cikal-bakal catenaccio, hanyalah formasi yang memodifikasi barisan pertahanannya dengan menambahkan seorang sweeper.

Memang, setelah lebih populer di Italia dengan nama catenaccio, formasi ini kemudian banyak dipakai oleh tim-tim kecil yang cenderung akan memainkan pertahanan total. Karena hal inilah kemudian catenaccio mulai identik dengan formasi bertahan yang dimainkan oleh tim kecil.

Namun tetap tidak bisa dibenarkan apabila catenaccio dikatakan bisa dimainkan oleh tim yang tidak memiliki skill mumpuni sekalipun. Dibutuhkan pemain cerdas dengan kemampuan positioning yang baik untuk dapat memainkan peran sweeper. Barisan pertahanan di depan sweeper pun mesti memiliki kemampuan bertahan dan berduel dengan pemain lawan sebagai syarat mutlak.

Fungsi Sweeper
Saat diserang, catenaccio memainkan man marking kepada setiap lawan yang masuk ke daerah pertahanan. Hanya sweeper yang tidak memiliki tugas untuk melakukan marking. Maka dari itu kemampuan bertahan dari setiap individu menjadi hal penting, karena merupakan suatu bencana besar dalam man marking jika terdapat satu pemain yang kalah duel dengan penyerang lawan.

Namun pada catenaccio, kelemahan besar cara bertahan man marking ini dapat ditutup dengan keberadaan sweeper. Peran inilah yang jadi pelapis pertahanan jika para bek kalah duel dengan penyerang lawan. Hal inilah yang dimaksud sebagai gembok atau grendel.

Tak hanya dihalang pagar (barisan pertahanan), lawan masih juga masih harus membuka gemboknya (sweeper).

Tapi, menjadi pelapis bukan sekedar berada di belakang dan bersiap untuk menyapu bola/pemain yang lolos. Akan menjadi percuma jika sweeper baru hadir setelah pemain lawan melewati barisan pertahanan.

Sweeper harus selalu siap kapan pun pemain bertahan terlihat kesulitan menghadapi pemain lawan. Karena itulah pemain ini harus memiliki kemampuan membaca permainan dan positioning yang luar biasa.
Seorang sweeper tidak hanya dituntut untuk membaca permainan ketika bek di depannya sudah dilewati, tapi juga ketika sebelum rekannya mulai berduel dengan pemain lawan.

Penyerang lawan tentu bukan pemain yang hanya diam di satu tempat. Mereka akan bergerak ke sana-sini untuk mencoba melepaskan diri dari penjagaan lawan. Cara bertahan man marking mengharuskan pemain bertahan untuk mengikuti pergerakan pemain lawan, meski artinya keluar dari wilayah awal mereka.

Karena itulah akan sering terbuka ruang di daerah pertahanan akibat pergerakan pemain lawan ini. Di sinilah peran sweeper sudah harus dimulai. Sweeper harus berdiri di tempat yang paling tepat untuk dapat menutup ruang-ruang yang terbuka.

Maka dalam pertandingan, posisi sweeper tidak selalu berada paling belakang atau diantara barisan pertahanan dan kiper. Sweeper bisa berada sejajar dengan barisan pertahanan, juga bisa berada di depan barisan pertahanan.
Kecerdikan dari sweeper inilah yang membuat pertahanan catenaccio sulit untuk ditembus. Karena itu, salah besar jika sistem ini dapat dimainkan oleh tim dengan kemampuan biasa-biasa saja. Dibutuhkan barisan pertahanan yang sanggup berduel dengan pemain lawan serta seorang sweeper yang sangat cerdas.

Bagaimana Catenaccio Menyerang?

Selain masalah bertahan, terdapat satu hal lain yang sering terlewatkan ketika kita membicarakan catenaccio yaitu bagaimana cara mencetak gol?

Kenyataannya, catenaccio memang tidak memiliki keunikan tersendiri dalam hal pola penyerangan, dan caranya pun bisa berbeda-beda antara satu pelatih dengan pelatih lainnya. Bahka, antara catenaccio dan verrou pun memiliki cara menyerang yang tidak sama.

Mari kita lihat cara menyerang catenaccio Helenio Herrera saat melatih Inter Milan pada era 1960an dan catenaccio Enzo Bearzot saat melatih Italia di tahun 1982. Kedua tim ini bisa dikatakan 2 tim yang paling sukses dalam menggunakan catenaccio. Inter Milan sukses menjadi juara Liga Champions dua tahun berturut-turut di tahun 1964 dan 1965, sementara Italia tahun 1982 adalah juara dunia.

Kedua tim ini sama-sama menggunakan formasi dasar 3-5-2, dengan sweeper berada di belakang 2 bek tengah. Daerah sayap dipercayakan kepada dua fullback di kanan dan kiri, sementara 2 orang striker di depan berdiri tidak sejajar, dengan salah satu akan berdiri sedikit lebih ke belakang dan terkadang ikut membantu gelandang.

Catenaccio Herrera dan Bearzot sedikit berbeda pada barisan gelandang tengah. Berzoat lebih menggunakan 3 gelandang yang berdiri sejajar dan maju bersamaan saat menyerang. Sementara itu Herrera memiliki seroang gelandang bertahan, seorang gelandang tengah dan satu orang gelandang menyerang.
Pola penyerangan catenaccio Herrara dan Bearzot dititikberatkan pada fullback dan gelandang tengah mereka. Herrera memiliki Fachetti sebagai bek kiri. Ia menjadi fullback paling subur dengan mencetak 59 selama karirnya di Inter Milan. Sedangkan Bearzot memiliki Antonio Cabrini yang menyumbangkan satu assist pada final melawan Brasil di final Piala Dunia 1982.
Fullback adalah eksekutor dalam serangan catenaccio, sedangkan otak serangannya adalah gelandang tengah.

Luis Suarez adalah gelandang tengah yang menjadi andalan Herrera di Inter Milan. Menurut Jonathan Wilson dalam bukunya 'Inverting The Pyramid', Suarez adalah pemain yang selalu memulai serangan Inter Milan. Suarez memiliki kemampuan untuk langsung memberikan bola kepada 2 striker di depan, atau membuka opsi lain kepada fullback.

Sedangkan pada catenaccio Bearzot, tidak ada gelandang tengah yang mencolok diantara yang lain. Bearzot memiliki 3 gelandang tengah yang saling bahu-membahu baik saat membangun pertahanan maupun saat bertahan. Pada pertandingan final Piala Dunia 1982 Berzoat memasang Conti, Tardelli, dan Antognoni yang beradu dengan si jenius Socrates.

Gol pertama Italia kala itu merupakan tipikal gol serangan catenaccio Bearzot dan Herrera. Berawal dari permainan bola di tengah, bola dikirim kepada fullback di pinggir lapangan. Cabrini langsung mengirimkan umpan silang kepada penyerang di kotak penalti dan terjadilah gol.



Pola penyerangan ini lagi-lagi membantah pendapat bahwa catenaccio adalah permainan tim lemah yang tidak mempunyai pemain berkualitas. Untuk memainkan catenaccio, selain membutuhkan barisan pertahanan yang sudah disebutkan sebelumnya, juga harus memiliki gelandang pengatur serangan dan fullback yang berkualitas.

Juga jangan dilupakan bahwa catenaccio Herrera dan Bearzot sama-sama memiliki penyerang berdarah pembunuh di depan. Bearzot memiliki Paulo Rossi dan Herrera memiliki Sandro Mazzola. Dua striker inilah yang membuat perhatian bek lawan teralihkan, sehingga dapat memberikan keleluasaan bagi gelandang dan fullback untuk menyerang dari lini kedua.

Setiap pola permainan akan membutuhkan tipikal pemainnya masing-masing. Terlalu berlebihan rasanya jika mengatakan bahwa catenaccio membunuh permainan sepakbola. Sekilas memang permainan ini terlihat membosankan dan tidak menarik. Namun, jika kita lihat lebih dalam, terdapat keindahan tersendiri dari cara bermain catenaccio.

Membangun Serangan pada Formasi Tiga Bek

Revolusi yang Louis van Gaal lakukan di Manchester United sedang marak-maraknya dibicarakan. Ia mencoba mencapai apa yang belum pernah bisa dilakukan manajer lain: menjuarai Liga Premier dengan memakai skema tiga bek.

Pelatih asal Belanda ini memang memainkan skema 3-5-2 yang membantu negara asalnya melaju sampai ke semifinal Piala Dunia. Ini capaian yang lumayan mengejutkan, mengingat tidak banyak yang memprediksi Belanda akan melangkah jauh ke semifinal.

Sekarang, formasi ini juga akan sering kita lihat di Old Trafford.
Wujud dari formasi tiga bek adalah bisa tiga bek itu sendiri, empat bek, sampai lima bek. Pakem ini diikuti dengan kedua wing-back berada di kanan dan kiri. Secara teoritis sangat sederhana.

Formasi ini dapat memicu banyak hal. Tim dapat menjadi gemuk di area pertahanan, lebih kosong di area sayap, lebih kosong di daerah tengah, atau mereka bisa menjaga keseimbangan dengan terus menerus bergerak.

Masalah bertahan sudah diuraikan pada tulisan bagian pertama. Lalu bagaimana tim dengan skema ini memulai serangan?

Dari belakang, tim bisa mengalirkan bola ke sayap untuk menyerang dari sayap maupun ke tengah lapangan. Cara menyerang ini ternyata sefleksibel cara bertahannya. Tim bisa bertransformasi menjadi 3-5-2, 3-4-1-2, 5-4-1, atau bahkan 3-5-1-1.

Ada banyak potensi keuntungan serangan dengan memakai skema tiga bek.

Di belakang, pemain selalu memiliki setidaknya tiga pilihan untuk mengoper, belum ditambah dengan kehadiran kiper. Meskipun beresiko, formasi ini sebenarnya cukup cocok dalam menghadapi lawan yang gemar menekan sampai ke belakang, dengan catatan mental para pemain bertahan haruslah baik.

Pada transisi menyerang, kedua wing-back dapat naik ke depan karena mereka akan dibantu oleh para pemain tengah. Para bek sayap ini juga selalu memiliki opsi operan ke belakang ketika terdesak.
 Membangun Serangan dari Belakang

Sistem 3-5-2 menempatkan dua penyerang dan satu playmaker di belakang keduanya. Di United, Robin van Persie/Radamel Falcao, Wayne Rooney, dan Juan Mata berada pada posisi alami mereka (duet di depan ditopang Mata di belakangnya).

Namun, United memiliki problem besar dalam aspek kurangnya wing-back berkelas dan gelandang pengatur serangan.
Tapi sebagai sistem, 3-5-2 bisa menawarkan lebih. Sistem ini, jika berjalan bagus, akan meningkatkan kemampuan tim untuk membangun serangan dari belakang.

Jika menghadapi 4-2-3-1 atau 4-3-3, tim lawan akan mencoba menugaskan tiga pemain untuk menekan ketiga bek tengah. Lalu, jika penyerang dan dua pemain sayap lawan ini melakukan tekanan, kedua wing-back bisa turun untuk memberi opsi lain. Hal ini akan membuat gelandang tengah turun mendukung pertahanan sehingga pertahanan akan diisi oleh 6 pemain (3 bek tengah, 2 wing-back, dan 1 gelandang bertahan) ditambah seorang kiper.

Belum lagi menghitung peranan bagaimana kiper mengalirkan bola pada wingback yang sudah berada dalam posisi siap menyerang, seperti yang terlihat pada grafik Jasper Cillessen di bawah ini, ketika Belanda menghadapi Spanyol di babak grup Piala Dunia 2014 lalu.


Grafik operan Cillessen kepada wing-back (Belanda 5-1 Spanyol) sumber: FFT Stats Zone

Cillessen beberapa kali menjadi kunci di saat para bek tengah Belanda ditekan sedemikian rupa sehingga ruang untuk mengoper kepada wing-back menjadi tertutup. Beberapa kali Cillessen kedapatan menerima operan dari salah satu bek tengah, kemudian agak berlama-lama menunda distribusi bola kepada wing-back.

Hal ini ia lakukan dengan harapan setidaknya satu pemain lawan akan terpancing untuk menekannya, tetapi sambil meninggalkan ruang yang kosong pula untuk jalur operan Cillessen kepada salah satu wing-back. Berisiko memang, maka dibutuhkan seorang kiper bermental tinggi.

Membangun serangan dapat dimulai dari kiper. Sang penjaga gawang dapat mengoper ke salah satu dari tiga bek tengah yang pada saat transisi ini mengisi posisi yang menutup seluruh lebar lapangan. Sebaliknya, kiper menjadi opsi operan jika pemain bertahan sudah ditutup oleh lawan pada satu sisi.


Skema awal membangun serangan dari belakang, dengan contoh bek tengah kiri yang sedang memegang bola

 Salah satu pemain tengah menjaga posisi pemain tengah lainnya, lalu gelandang serang mengisi ruang di antara kedua pemain tengah tersebut. Sang gelandang serang bisa turun jauh dan mencari ruang untuk dioper di depan tiga beknya.

Pada saat bersamaan, kedua penyerang berkonsentrasi mengisi ruang di depan, ketika wing-back juga maju ke depan. Perlu diingat, ini akan sekaligus memberikan ruang yang kosong di belakang wing-back.

Bek tengah di bagian terluar harus berjaga-jaga mengisi posisi yang ditinggalkan para wing-back andaikan saja mereka kehilangan bola dan harus menghadapi serangan balik lawan.

Jika ingin menurunkan tempo serangan, wing-back bisa turun ke belakang untuk meminta bola dari belakang. Namun, hal ini akan mengakibatkan ketimpangan, terutama jika serangan ingin dimulai dari sisi wing-back yang turun tersebut.

Peran Penyerang pada Transisi Menyerang

Jika lawan tidak menurunkan lima atau enam pemain untuk menekan, maka akan ada celah di sisi lapangan untuk trio trio pemain di depan menyerang. Dengan satu operan akurat saja maka bisa menghasilkan sebuah serangan mematikan.

Lalu, bagian penting dari strategi membangun serangan dari belakang adalah untuk meluncurkan bola menuju kaki striker, yang kemudian dapat berkombinasi dengan gelandang menyerang yang lebih kreatif.

Kondisi ini bisa lebih menguntungkan tergantung dari posisi tiga bek. Mereka memiliki lebih banyak opsi angle untuk memainkan bola ke depan ketimbang saat bermain dengan empat bek. Hal ini terutama dengan memanfaatkan lebar lapangan.

Secara khusus, para bek yang berada di sisi lapangan akan mendapatkan lebih banyak kesempatan untuk mengarahkan bola ke depan di area tengah.


Grafik operan yang mengarah kepada van Persie (Belanda 2-1 Meksiko dan Belanda 3-2 Australia) sumber: FFT Stats Zone
 Hal ini juga akan meningkatkan keterlibatan tiga pemain depan yang senantiasa dituntut untuk fasih bergerak dan memiliki kemampuan untuk mengolah bola di daerah pusat penyerangan. Ini adalah dasar sistem ketika menyerang. Pada grafik di atas misalnya. Van Persie dituntut untuk senantiasa terus bergerak mencari posisi terbaik untuk menerima bola.

Sistem Bertahan Tiga Bek dalam Menghadapi Kecepatan dan Serangan Balik

Cara bertahan dan menyerang sudah kita bahas. Ancaman selanjutnya datang ketika tim kehilangan bola dan harus menghadapi serangan balik, atau ketika kebayak pemain lain sedang tidak sigap.

Ketika tim kehilangan bola, maka pada pola 3-5-2 para pemain akan cenderung memilih garis pertahanan yang tinggi dan melakukan pressing sejak bola melewati garis tengah lapangan. Menghadapi 4-3-3 atau 4-2-3-1, wing-back akan bergerak tinggi hingga menutup full-back lawan.

Pilihan taktikal ini menyisakan tiga bek tengah untuk melawan tiga orang pemain yang sedang menyerang. Dengan banyak tim yang bertipikal memainkan pemain sayapnya untuk terus-menerus berkeliaran, pada kesempatan tertentu hal ini dapat menyeret bek tengah jauh ke luar zonanya.

Ini kadang-kadang terjadi dengan Belanda di Piala Dunia, sebagaimana dicontohkan oleh dua bek mereka, Stefan de Vrij dan Bruno Martins Indi, saat melawan Brasil di pertandingan terakhir.


Grafik tekel de Vrij dan Martins Indi (Belanda 3-0 Brasil) sumber: FFT Stats Zone

Kemudian juga ada konsekuensi lebih lanjut. Dengan wing-back yang berada lebih di depan, maka akan ada ruang di sayap yang bisa dieksploitasi lawan.

Pemain yang lincah dan andal dalam mengolah bola dapat dengan mudah berada pada situasi satu lawan satu melawan bek tengah yang sejatinya bertugas untuk mempertahankan area penalti. Hal ini akan memaksa bek tengah untuk keluar dari zona nyaman mereka. Skenario ini lebih menuntut para bek tengah untuk memiliki kelincahan dan kecepatan, karena pemain sayap lawan berpotensi untuk menciptakan bahaya konstan dengan kecepatan mereka.

Dalam kasus Belanda, misalnya. Menghadapi Kosta Rika di Piala Dunia, sebuah tim yang menggunakan tiga bek juga, ia beralih ke 3-4-3 dan memainkan Arjen Robben dan Memphis Depay sebagai sayap murni di kedua sisi van Persie. Van Gaal ingin menciptakan ancaman memanfaatkan lebar lapangan.



Grafik operan yang mengarah kepada van Persie (Belanda 2-1 Meksiko) sumber: FFT Stats Zone

Lawan-lawan MU dapat mengeksploitasi zona ini nantinya. Banyak pertempuran taktis yang terbentang di depan. Ini menjanjikan sebagai permainan menarik.

Kesimpulan Nasib Formasi Tiga Bek

Jadi, apakah formasi tiga bek ini adalah tren semata atau memang bisa bertahan lama mengarungi kejamnya dunia taktik sepakbola?

Secara keseluruhan, formasi tiga bek dengan segala variasinya mencerminkan orientasi taktik yang menarik yang menawarkan banyak keunggulan. Pada masa depan mungkin kita akan melihat maraknya penggunaan tiga bek, lima bek, dan pendulum empat bek, yang juga bisa dikombinasikan dengan empat bek klasik beserta variasinya.

Jumat, 26 Desember 2014

Taktik, Strategi dan Formasi dalam Sepakbola


thumbnail 
 
Taktik adalah suatu siasat atau akal yang dirancang dan akan dilaksanakan dalam permainan oleh perorangan, kelompok, maupun tim untuk memenangkan suatu pertandingan secara sportif.

Pada hakikatnya, penggunaan taktik dalam sepakbola adalah suatu usaha mengembangkan kemampuan berpikir, kreativitas, serta improvisasi untuk menentukan altenatif terbaik memecahkan masalah yang dihadapi dalam suatu pertandingan secara efektif, efesien, dan produktif dalam rangka memperoleh hasil yang maksimal yaitu sebuah kemenangan dalam pertandingan.

Strategi adalah suatu siasat atau akal yang dirancang sebelum pertandingan berlangsung dan digunakan oleh pemain maupun pelatih untuk memenangkan pertandingan yang dilaksanakan secara sportif dan sehat.

Strategi mengacu pada gerakan-gerakan yang dibutuhkan dalam pertandingan. Kedudukan strategi dalam olahraga memiliki makna sebagai pendukung aspek taktik olahraga. Dengan demikian, antara taktik dan strategi memiliki perbedaan, akan tetapi dalam pelaksanaannya keduanya saling berkaitan serta mendukung untukmencapai tujuan yang sama, yaitu memenangkan pertandingan.

Taktik dalam aplikasinya secara garis besar dapat dikelompokkan sebagai berikut:

1. Taktik Penyerangan.
Taktik penyerangan diartikan sebagai suatu siasat yang dijalankan oleh perorongan, kelompok,maupun tim terhadap lawan dengan tujuan memimpin dan mematahkan pertahanan dalam rangka memenangkan pertandingan secara sportif.

Taktik penyerangan dapat dibedakan menjadi:

a. Taktik mencari tempat kosong di antara pemain lawan.
b. Taktik melakukan gerakan tersusun, baik yang membawa bola maupun tidak (memanfaatkan lebar lapangan).
c. Taktik bermain ketat (jeli melihat peluang).

2. Taktik Pertahanan
Taktik pertahanan diartikan sebagai suatu siasat yang dijalankan oleh perorangan,kelompok, maupun tim terhadap lawan dengan tujuan menahan serangan lawan agar tidak mengalami kekalahan atau kelelahan dalam pertandingan.

Taktik pertahanan dapat dibedakan menjadi:

a. Man to man defence, setiap pemain membayangi satu lawan (satu lawan satu).
b. Zone defence, setiap pemain bertanggung jawab atas daerah pertahanannya.
c. Kombinasi, yaitu taktik man to man defence dan zone defence.

3. Taktik Perorangan

Taktik perorangan diartikan sebagai siasat yang dilakukan oleh seorang pemain dalam menggunakan kemampuan fisik, teknik, dan mental yang dilakukan dengan proses yang cepat untuk menghadapi masalah yang terjadi dalam suatu pertandingan.

4. Grup Taktik

Grup taktik diartikan suatu siasat yang dijalankan dua orang pemain atau lebih dalam melakukan pertahanan dan penyerangan untuk mencari kemenangan secara sportif pada suatu pertandingan.

5. Kolektif Taktik

Kolektif taktik diartikan suatu siasat yangdijalankan oleh suatu regu dalam menjalin kerja sama untuk mencari kemenangan dalam suatu pertandingan.

 Cara Menentukan Taktik

Dalam menentukan taktik perlu memperhatikan hal-hal seperti berikut:

1. Apa yang bisa dilakukan pemain saat bertanding.
2. Pelatih harus mengetahui atau paham benar akan kemampuan para pemainnya sendiri dan pemain calon lawan.
3. Pemberian tugas kepada pemainnya dalam menghadapi kesebelasan calon lawan harus diuji coba dalam latihan.
4. Harus mengetahui terlebih dahulu taktik yang biasa digunakan oleh calon lawan.
5. Memperhatikan situasi penonton dan kondisi lapangan.


Taktik dalam permainan sepakbola sangat dipengaruhi oleh dasar-dasar bermain sepakbola, antara lain sebagai berikut:

1. Teknik atau keterampilan bermain (skill)

Bagaimanapun sederhananya taktik yang dilakukan, tidak mungkin dapat dikerjakan tanpa penguasaan teknik atau keterampilan yang baik. Artinya, teknik dasar bermain bola harus dapat dikuasai dengan baik.

2. Kondisi fisik atau kesegaran jasmani

Taktik harus di dasari dengan kondisi fisik yang baik, yaitu tentang dasar-dasar atletik, daya tahan, kekuatan, kecepatan, kelincahan. Tanpa adanya hal tersebut taktik yang diterapkan tidak akan dapat berjalan secara optimal.

3. Kecerdasan, daya ingat dan mental yang baik
Untuk dapat menjalankan taktik secara baik pemain harus ditunjang dengan kecerdasan, daya ingat untuk berpikir cepat dalam permainan, di samping mental yang kuat untuk tidak takut terhadap terror pemain lawan maupun penonton.

4. Pemain mengerti peraturan permainan

Supaya pemain dapat melaksanakan permainan dengan baik dan sportif maka setiap pemain harus mengerti dan menguasai peraturan permainan.


Formasi dalam bermain sepakbola

Formasi (sistem) dalam permainan sepakbola yang ditetapkan pada peratuaran sepakbola adalah cara penempatan, ruang gerak serta pembagian tugas dari setiap pemain dengan posisi yang di tempatinya. Hal tersebut berlaku baik pada saat melakukan penyerangan maupun pada waktu melaksanakan pertahanan. Dengan sistem ini, setiap pemain telah mengetahui tugas utamanya, daerah atau ruang gerak masing-masing, memahami apa yang harus dilakukan pada saat menyerang atau bertahan dan kemana harus bergerak.

Dengan formasi, maka pola penyerangan dan pertahanan akan terkoordinir dengan rapi dan kerja sama akan jauh lebih terarah. Setiap formasi mempunyai ciri-ciri dan menuntut kualitas atau tingkat kemampuan pemain yang berbeda-beda. Bahkan setiap posisi pemain dalam sistem tertentu memerlukan kualitas pemain yang tidak sama.

Beberapa contoh formasi yang biasa dilakukan dalam permainan sepakbola:

1. 3 – 5 – 2 : 3 pemain belakang, 5 pemain tengah, dan 2 pemain depan.
2. 4 – 3 – 3 : 4 pemain belakang, 3 pemain tengah, dan 3 pemain depan.
3. 4 – 4 – 2 : 4 pemain belakang, 4 pemain tengah, dan 2 pemain depan
4. 4 – 5 – 1 : 4 pemain belakang, 5 pemain tengah, dan 1 pemain depan.
5. 4 – 2 – 4 : 4 pemain belakang, 2 pemain tengah, dan 4 pemain penyerang.
6. 4 – 2 – 3 - 1 : 4 pemain belakang, 2 pemain tengah, 3 pemain gelandang serang dan 1 penyerang.
7. 4 – 2 – 1 - 3 : 4 pemain belakang, 2 pemain tengah, 1 playmaker dan 3 penyerang.
8. 3 – 4 – 1 - 2 : 3 pemain belakang, 4 pemain tengah, 1 playmaker dan 2 penyerang.
9. 3 – 4 – 2 - 1 : 3 pemain belakang, 4 pemain tengah, 2 penyerang lubang dan 1 penyerang tunggal.
10. Dan seterusnya.

Demikian yang bisa kami bahas tentang taktik, strategi dan formasi dalam bermain sepakbola. Semoga bermanfaat.
 

Football Manager, Game Bola yang 'Berbahaya'

thumbnail
Football Manager memang bukan game biasa, setidaknya bagi para penggemarnya. Mereka yang menyukai game simulasi sepakbola ini umumnya sepakat kalau potensinya bikin kecanduan lumayan berbahaya. Awas saja, kuliah atau kerja terganggu karenanya.

Sejak keluar seri pertamanya, Football Manager 2005, yang keluar tahun 2004 sebagai pecahan Championship Manager, game ini seakan tidak ada matinya. Kini seri terbarunya, Football Manager 2015, telah resmi diluncurkan.

"Fans Football Manager itu seperti anggota sebuah sekte. Tapi, sekte itu sangatlah besar dan selalu tumbuh. Bapak yang memainkannya akan memperkenalkannya pada anak mereka, demikian juga kakak pada adiknya," ucap Miles Jacobson, Studio Director Sports Interactive yang mengembangkan Football Manager.

"Football Manager 2013 misalnya, adalah salah satu yang paling sukses, sebanyak 1,2 juta kopinya terjual dan ada lebih dari 10 juta download ilegal," ucapnya, menambahkan bahwa pembajakan game ini cukup marak karena popularitasnya.

Memainkan Football Manager memang mengasyikkan, terutama mereka yang menyukai sepakbola. Pemain seolah-olah menjadi manajer tim sepak bola favoritnya.

Segala tetek bengek pun diurus, layaknya manajer bola sungguhan. Mulai dari melatih pemain, mencari bibit unggul, menangani media, mengantisipasi cedera dan tentu saja mencari strategi yang tepat untuk meraih kemenangan.

Ya, tujuan utama game ini adalah membawa tim sepakbola yang sudah dipilih untuk mencapai kejayaan, entah itu menjuarai kompetisi liga atau piala internasional. Kepuasan besar pun tercapai jika tujuan tersebut menjadi kenyataan.

Maka, sudah banyak cerita kuliah terhambat atau pekerjaan terbengkalai gara-gara main Football Manager. Bagi beberapa orang, memainkan game ini memang butuh dedikasi tersendiri. Bagaimana dengan Anda, punya cerita menarik soal game yang satu ini?

Melompat untuk Melatih Kekuatan dan Kecepatan

thumbnail
Beberapa waktu yang lalu saya bertemu dengan seorang pemain yang baru saja mengalami cedera lutut. Dia mengatakan bahwa dia tak melakukan apa-apa selama mengalami cedera, yaitu hanya berendam di air laut karena rumahnya kebetulan di dekat laut.

Betapa mewah!

Berendam di air laut tentu baik, terutama stabilitas. Berjalan di pasir yang lembut secara tak langsung melatih stabilitas dari persendian kaki kita. Akan tetapi, ada komponen yang tak terlatih jika hanya mengandalkan jenis terapi ini, yaitu kekuatan otot.

Dalam sebuah proses rehabilitasi, tidak akan menolong bila kekuatan dan speed tak dilatih juga. Ibaratnya mobil yang setiap hari kita rawat, poles, cuci, beri pelindung wax dan lain-lain, namun tidak pernah dipakai berkendara. Tentu mesin lama-lama akan menjadi tidak baik dan tidak efektif.

Demikian pula dengan otot-otot yang berada di sekitar persendian. Fungsi mereka adalah mengendalikan sebuah persendian dan membuatnya bergerak. Sangat penting untuk tetap melatih otot-otot tersebut di saat cedera maupun sehat.

Nah, sekarang kembali lagi ke power (kekuatan) dan speed (kecepatan). Satu cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan kedua faktor ini adalah plyometric.

Plyometric (latihan meloncat) memiliki, atau dikategorikan sebagai, bentuk latihan yang dengan cepat dapat membangun tenaga, kecepatan, dan kekuatan. Penelitian yang terbaru menunjukkan bahwa banyak melakukan latihan loncat akan membantu dalam pengembangan otot kaki dan juga refleks. Tujuan jangka panjangnya ialah mengurangi keropos di tulang dan juga melatih kestabilan.

Penggunaan plyometric sangat efektif karena gerakan yang dilakukan merupakan gerakan kombinasi berupa dynamic stretching yang memaksa kontraksi cepat dari otot kaki. Gerakan stretching kaki diikuti dengan gerakan memendek (kontraksi pendek) akan menciptakan power atau tenaga yang sangat banyak di kaki.

Lho, kenapa loncat? Apakah tidak berbahaya untuk lutut? 
Kalau loncat dari lantai lima sebuah gedung mungkin akan sangat berbahaya. Akan tetapi, latihan loncat sangatlah berbeda karena memiliki tujuan khusus dan jika dilakukan dengan teknik yang benar akan justru menghasilkan latihan yang efektif.

Apakah sebenarnya Plyiometri atau latihan-latihan loncat ini?



Proses penyerapan beban oleh tubuh melalui pergerakan tangan dan kaki ketika mendarat setelah melakukan loncatan, dan dilanjutkan lagi dengan melakukan kontraksi di otot-otot tersebut. Mendarat setelah melakukan loncatan, bebannya diserap oleh tubuh melalui pergerakan tangan dan kaki, dan dalam split seconds dilanjutkan dengan melakukan kontraksi di otot-otot tersebut. Contoh: setelah mendarat langsung melakukan loncatan lagi yang berikutnya.

Proses kembali meloncat dengan cepat sesaat setelah mendarat ini akan memberikan ekstra loading pada otot-otot kaki, terutama otot betis dan otot hamstring. Beban inilah yang merupakan bagian latihan kekuatan untuk otot kaki.

Perbedaan yang terlihat pada atlet yang terlatih dan yang tidak adalah yang terlatih bisa langsung melakukan lompatan lagi setelah mendarat. Tidak mampu langsung kembali melompat setelah mendarat disebabkan oleh refleks yang memiliki tujuan positif yaitu mencegah terjadinya cedera di kaki.

Gerak refleks ini akan berkurang bila semakin rutin melakukan latihan. Semakin berkurangnya refleks di lutut dan pergeralangan kaki tidak berarti buruk. Itu artinya persendian kaki semakin menjadi fleksibel dan tingkat koordinasinya semakin baik. Ini adalah bentuk dasar ketika power dan speed bisa mulai dilatih. Jadi, bukan saja otot yang dilatih tetapi seluruh kombinasi syaraf dan persendian.

Bagaimanakah cara mulai melakukan gerakan-gerakan kombinasi antara power dan speed ini?

Langkah pertama ialah memulai dengan intensitas yang rendah dan tanpa gerakan eksplosif. Latihan kekuatan dengan menggunakan kombinasi power dan speed sangat efektif tetapi sangat sensitif juga.

Karena itu harus bisa menguasai dasarnya terlebih dahulu. Bagi pemula jangan mengulangi lebih dari 4-6x. Bila sudah mahir dalam melakukannya bisa dilakukan maksimal sebanyak 8-10x dan terbagi dalam 3 set. Yang terpenting ialah bagaimana bisa melakukan sebanyak mungkin gerakan yang benar daripada terburu-buru dan melakukannya dengan salah. 
 
 
Beberapa contoh latihan yang dapat dilakukan secara sistematis dalam membangun gerakan kombinasi antara power dan speed ialah:

1. Calf Jumps

Ini adalah bentuk latihan dasar yang melatih otot kaki betis sebelum melakukan kombinasi gerakan yang lain. Latihan spesifik di otot betis ini juga melatih mengurangi refleks yang berada di lutut atau pergelangan kaki.

2. Rope skipping (Lompat Tali)

Latihan ini menyerupai bentuk latihan calf jumps tetapi latihannya jauh lebih berat dan lebih cepat. Dibandingkan dengan calf jumps latihan ini lebih efketif untuk conditioning daripada melatih kekuatan otot. Latihan ini baik untuk latihan kombinasi antara speed dan power.

3. Squat jumps

Latihan ini mirip dengan calf jumps tetapi sedikit berbeda, yaitu tubuh dibawa lebih jongkok ke bawah sehingga menyerupai posisi squatting. Ini latihan spesifik untuk mencapai loncatan yang tinggi

4. Tuck squat jumps

Latihan ini jauh lebih berat dibandingkan dengan squat jumps karena loncatan yang dihasilkan harus jauh lebih tinggi dan pada saat mendarat harus memiliki keseimbangan yang bagus juga sempurna

5. Mule squat jumps

Ini adalah bentuk squat jumps yang berbeda. Pada saat meloncat setinggi mungkin, ketika mencapai titik tertinggi dari loncatan, tekuk lututmu ke belakang sampai menyentuh bagian bokong. Pada saat mendarat tangan diangkat tinggi-tinggi untuk menjaga keseimbangan.

Kesimpulan dari mule squat jumps adalah melakukan dua loncatan secara beruntun yang merupakan kombinasi antara calf jumps tanpa menekuk lutut dan calf jumps sambil menekuk lutut.

Jadi ini adalah bentuk latihan dasar untuk melatih power dan speed di bagian bawah tubuh. Bila sudah dikuasai dengan baik, maka akan sangat mudah untuk memperberat jenis latihan ini dengan menambah intensitas.